Kamis, 25 April 2013

Apa Harus Selalu Begini??


Minggu ini banyak berita kriminal tentang sepak bola Nasional,dari kejar mengejar wasit sampai yang menghakimi sang pengadil tersebut.

Baru saja saya membaca di sebuah media on line tentang pemukulan sang pengadil,yang di lakukan seorang pemain professional di liga Indonesia,tidak terlepas dari kesalahan atau benarnya sang pengadil apa seharusnya pemain meghakimi??dan sang pengadil harus sampai terluka!.

Dan juga baru siang ini saya melihat di sebuah acara berita televisi,berita kejar mengejar sang pengadil lapangan,yang sampai sang pengadil harus di amankan oleh beberapa anggota kePolisian.Dan berita ini di tayangkat oleh berita kriminal,apa seharusnya acara olahraga harus sampai masuk ke berita kriminal?.

Mungkin masyarakat kita sudah bosan dari tahun ke tahun selalu ada keributan tentang sepak bola,yang di mana seharusnya para pemain memberikan tontonan yang menarik bagi masyarakat.Lapangan bukan tempat adu jotos,tetapi lapangan tempat dimana para pemain menunjukan kemampuaan teknik dan skill dari pada individu masing-masing,dan lapangan tempat untuk mengadu strategi bagi para pelatih,tidak terlepas dari dua faktor penting tersebut,ada juga tempat dimana suporter memberikan aksi-aksi atau atraksi,bukan malah melempar botol air mineral ke dalam lapangan pertandingan.Dan juga kita ingin melihat ke tegasan dari sang pengadil di dalam lapangan.

Mungkin masyarakat berharap para pemain memberikan kemampuaan yang terbaik untuk di perlihatkan dan layak untuk di saksikan.
Mari kita berikan tontonan yang menarik untuk masyarakat Indonesia.

Selesai....

Rabu, 06 Februari 2013

Tetap Persija


Tetap Persija

Di malam yang dingin di sebuah desa,apa lagi di tambah turunnya hujan semakin terasa dinginya malam,di temani secangkir coklat panas dan gorang pisang yang baru saja di hidangkan menyempurnakan dinginnya malam.

Sore ini tanggal 6 Febuari 2013 ada salah satu klub dari IPL yang menelfon saya dan klub itu memberikan tawaran untuk saya bergabung bersama klub tersebut,dan klub tersebut memberikan tawaran yang sangat menggiurkan,tetapi lagi-lagi saya berat memberikan jawaban ke klub tersebut,karena sampai saat ini saya masi yakin di pertengahan musim 2012-2013 saya masi bisa balik lagi ke klub kebanggaan saya,walau di sisi lain menejemen tidak pernah memberikan kepastian untuk saya bisa masuk lagi di pertengahan musim.

Mengapa sampai saat ini saya tidak berlabu disuatu klub mungkin itu alasan saya,dan sampai sekarang saya juga belum bisa tinggalkan kaos tim yang berlambang Monas di dada,dan juga The Jak Mania yang selalu setia menemani Persija berlaga.Dan sampai saat ini sampai selamanya hati saya tetap PERIJA JAKARTA.


Kamis, 17 Januari 2013

Persija Selalu Di Hati

Tagal 15 Januari,mungkin itu menjadi hari yang berat untuk saya,setelah saya mendapat telpon dari FP Pak (Ferry Paulus) bahwa beliau memberi ke putusan untuk masa depan saya di Persija,beliau menegaskan ke saya sudah tidak ada lagi tempat untuk saya dan juga financial yang sudah tidak mencukupi lagi.Sungguh miris hati saya mendengar kabar ini,karna waktu hanya tinggal tiga hari lagi pedaftaran pemain ISL di tutup.
   
Sugung berat saya menjalankan semua ini,dan juga sangat berat saya harus melangkah keluar dari pintu Persija ini,mungkin belum lama saya di Persija baru dua tahun saya di sini,tapi banyak kenangan yang sulit saya lupakan.

Berat rasanya kaki ini untuk melangkah,sulit rasanya tangan ini mengangkat tas besar yang berisikan perlengkapan,tetapi dengan berat hati harus aku putuskan pergi meninggalkan semua ini,dan aku yakin pergi tidak akan lama, aku akan kembali dan berjanji membawa tim yang sangat ku cintai ini menjadi no satu di Ibu Pertiwi.

Terimakasih Persija walau seperti saat ini diriku,tidak akan pernah pudar rasa cinta ku ke pada Mu Persija.Terimaksih The Jak Mania atas dukungan selama ini dan kau akan ada di hati ku selalu.

Selesai....

Selasa, 25 Desember 2012

Belum Ada Kepastian

                                                Belum Ada Kepastian

     Setelah berganti KETUM PSSI dari era Bapak Nurdin Halid ke era Bapak Djohar Arifin belum terlihat kemajuan dari sepak bola nasional,malah kalau dari pandangan kaca mata saya yang terlihat jalan di tempat.Dan sepertinya tidak ada niat dari bapak-bapak di atas sana untuk memperbaiki citra sepak bola kita yang bisa di bilang sudah di campuri dengan urusan politik atau haya mempentingkan urusan kelompoknya masing-masing.

      Saya sebagai pesepak bola bisa di bilang hanyalah sebagai korban dari bapak-bapak di atas sana yang hanya mempentingkan urusan kemenangan kelompoknya masing-masing,tetapi mereka tidak memikirkan nasib pemain.Sedangkan club-club sepak bola di tanah air sekarang sudah mulai sulit mencari dana atau sponsor karna adanya dua liga,dan belum ada kepastian dari FIFA yang rencananya akan menjatuhkan sangsi ke Indonesia bila masi ada dua liga atau dua kubu yang berseteru.

       Pada malam hari kira-kira jam 20.30 saya mendapat pesan  BBM dari salah satu pengurus Timnasional,isi dari pesan itu intinya bahwa saya terpanggil dalam sekuat timnasional U-22 untuk event Pra piala Asia di kepulauan Riau.Dan saat itu saya belum mendapat izin dari club yang saya bela yaitu Persija Jakarta.

      Setelah saya bertanya ke pengurus club,apakah saya boleh bermain untuk timnasional?ternyata jawabanya boleh,tetapi pada saat ini club masi membutuhkan tenaga saya karena kepeer yang satu saat ini sedang cedera yaitu Galih Sudaryono dan sekarang saya harus menggantikan posisi Galih.Setelah saya bicara lagi dengan Coach  ternyata saya di persilakan pergi untuk membela Timnasional tetapi dengan catatan pada saat Persija main saya harus balik ke club.

        Dan sekarang saya bertanya-tanya sampai kapan sepak bola Indonesia seperti ini yang hanya mempentingkan kelompoknya sendiri tanpa memperhatikan orang-orang di belakangnya??

       Mari kita berdoa agar bapak-bapak yang di atas sana terbuka mata hatinya agar cepat menyelesaikan masalah ini.