Kamis, 17 Januari 2013

Persija Selalu Di Hati

Tagal 15 Januari,mungkin itu menjadi hari yang berat untuk saya,setelah saya mendapat telpon dari FP Pak (Ferry Paulus) bahwa beliau memberi ke putusan untuk masa depan saya di Persija,beliau menegaskan ke saya sudah tidak ada lagi tempat untuk saya dan juga financial yang sudah tidak mencukupi lagi.Sungguh miris hati saya mendengar kabar ini,karna waktu hanya tinggal tiga hari lagi pedaftaran pemain ISL di tutup.
   
Sugung berat saya menjalankan semua ini,dan juga sangat berat saya harus melangkah keluar dari pintu Persija ini,mungkin belum lama saya di Persija baru dua tahun saya di sini,tapi banyak kenangan yang sulit saya lupakan.

Berat rasanya kaki ini untuk melangkah,sulit rasanya tangan ini mengangkat tas besar yang berisikan perlengkapan,tetapi dengan berat hati harus aku putuskan pergi meninggalkan semua ini,dan aku yakin pergi tidak akan lama, aku akan kembali dan berjanji membawa tim yang sangat ku cintai ini menjadi no satu di Ibu Pertiwi.

Terimakasih Persija walau seperti saat ini diriku,tidak akan pernah pudar rasa cinta ku ke pada Mu Persija.Terimaksih The Jak Mania atas dukungan selama ini dan kau akan ada di hati ku selalu.

Selesai....

Selasa, 25 Desember 2012

Belum Ada Kepastian

                                                Belum Ada Kepastian

     Setelah berganti KETUM PSSI dari era Bapak Nurdin Halid ke era Bapak Djohar Arifin belum terlihat kemajuan dari sepak bola nasional,malah kalau dari pandangan kaca mata saya yang terlihat jalan di tempat.Dan sepertinya tidak ada niat dari bapak-bapak di atas sana untuk memperbaiki citra sepak bola kita yang bisa di bilang sudah di campuri dengan urusan politik atau haya mempentingkan urusan kelompoknya masing-masing.

      Saya sebagai pesepak bola bisa di bilang hanyalah sebagai korban dari bapak-bapak di atas sana yang hanya mempentingkan urusan kemenangan kelompoknya masing-masing,tetapi mereka tidak memikirkan nasib pemain.Sedangkan club-club sepak bola di tanah air sekarang sudah mulai sulit mencari dana atau sponsor karna adanya dua liga,dan belum ada kepastian dari FIFA yang rencananya akan menjatuhkan sangsi ke Indonesia bila masi ada dua liga atau dua kubu yang berseteru.

       Pada malam hari kira-kira jam 20.30 saya mendapat pesan  BBM dari salah satu pengurus Timnasional,isi dari pesan itu intinya bahwa saya terpanggil dalam sekuat timnasional U-22 untuk event Pra piala Asia di kepulauan Riau.Dan saat itu saya belum mendapat izin dari club yang saya bela yaitu Persija Jakarta.

      Setelah saya bertanya ke pengurus club,apakah saya boleh bermain untuk timnasional?ternyata jawabanya boleh,tetapi pada saat ini club masi membutuhkan tenaga saya karena kepeer yang satu saat ini sedang cedera yaitu Galih Sudaryono dan sekarang saya harus menggantikan posisi Galih.Setelah saya bicara lagi dengan Coach  ternyata saya di persilakan pergi untuk membela Timnasional tetapi dengan catatan pada saat Persija main saya harus balik ke club.

        Dan sekarang saya bertanya-tanya sampai kapan sepak bola Indonesia seperti ini yang hanya mempentingkan kelompoknya sendiri tanpa memperhatikan orang-orang di belakangnya??

       Mari kita berdoa agar bapak-bapak yang di atas sana terbuka mata hatinya agar cepat menyelesaikan masalah ini.